Tim Terus Semai Garam


  • BMKG: Bukan Hujan Buatan
  • http://palembangit2.files.wordpress.com/2011/09/spm_a0143.jpg
    DERAS: Hujan deras mengguyur Kota Palembang, kemarin (15/9). Tampak, seorang pengendara sepeda motor harus menggunakan jas hujan, sebagian lagi terpaksa berteduh. Di lain pihak, meski telah turun hujan namun tim UPT Hujan Buatan BPPT terus menyemai awan di langit Sumsel

    PALEMBANG Meskipun belum deras, hujan telah terjadi hampir di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Kemarin siang, hujan turun membasahi Kota Palembang dengan curah yang mungkin berbeda-beda. Ada yang deras, agak deras, bahkan gerimis. Waktunya juga cukup lama, 15-30 menit. namun tidak serentak. Turunnya hujan disyukuri tim pellaksana hujan buatan dari unit pelaksana teknis (UPT) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang terus berjibaku melakukan hujan buatan di Sumsel.

    “Alhamdulillah, kita bersyukur siang ini (kemarin) hujan turun,” kata koordinator lapangan (korlap) hujan buatan UPT BPPT, Sunu Tikno. Kemungkinan, hujan yang turun lumayan luas wilayahnya ini akumulasi dari tiga hari pelaksanaan penyemaian awan yang dilakukan tim BPPT. Di samping kondisi awan dan cuaca yang mendukung untuk turunnya hujan.

    Kendati hujan telah turun, tim tetap melakukan penyemaian garam pada sejumlah wilayah udara di atas wilayah Sumsel. Dua pesawat Cassa 212-200 menyusuri langit OKI, Prabumulih dan Muara Enim. Kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Dinas Kehutan (Dishut) Sumsel, Ahmad Taufik mengatakan, saat ini tren hotspot memang masih fluktuaktif.

    “Untuk jumlah hotspot hari ini (kemarin), baru akan kita ketahui update-nya pukul 24.00 WIB. Tapi, untuk update data hotspot kemarin (dua hari lalu), jumlah hotspot tersisa 36 titik,” ujarnya. Jumlah ini berkurang banyak dibanding data 13 September lalu yang mencapai 80 titik. Pantauan satelit, hotspot terbanyak masih ditemukan di wilayah OKI.

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) SMB II Palembang menilai, hujan yang mengguyur Palembang kemarin siang bukanlah hujan buatan untuk memadamkan kebakaran lahan di Sumsel. “Itu hujan yang dihasilkan awan hujan. Hujan itu alamiah,” kata Kasi Observasi dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Agus Santosa.

    Ia menjelaskan, awan pembawa hujan itu datangnya dari arah Timur Laut Jawa. Awan-awan hujan itu tercipta dari penguapan air laut dan bisa tiba dilangit Palembang melalui bantuan angin yang berhembus dari arah Tenggara. “Jadi ini bukan hujan yang dihasilkan dari hujan buatan,” katanya. Meskipun demikian, terjadinya hujan tak lepas pengaruhnya dari upaya pemerintah menciptakan hujan buatan untuk memadamkan kebakaran lahan. “Secara tidak langsung, menebar garam untuk membuat hujan buatan itu merangsang pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumsel,” ungkapnya.

    Saat ini juga, kata Agus, sedang terjadi sirkulasi udara tertutup yang membantu proses terjadinya hujan alamiah di Palembang. Sehingga awan mendung yang menggantung di langit Palembang berhenti dan menurunkan hujan. “Faktor lain juga terjadinya fluktuasi cuaca,” katanya.

    Agus mengatakan sejauh ini Palembang dan sekitarnya masih dalam masa musim kemarau. Hal itu menurutnya berdasarkan curah hujan yang dicatat oleh BMKG SMB II Palembang. Saat ini curah hujan sekitar 50 mm per 10 hari. Seharusnya kalau sudah masuk musim hujan curah hujan mencapai 150 mm.

    Ia juga belum bisa memastikan kapan tepatnya musim hujan akan tiba. Alasannya karena zaman sekarang sering terjadi fluktuasi cuaca (tak menentu). Bisa saja musim hujan itu datangnya telat dari jadwal yang seharusnya karena anomali cuaca. “Kita terus mengikuti perkembangan cuaca terkait dengan hujan buatan dan kebakaran hutan yang melanda Sumsel,” pungkasnya. (mg15/46)

    SUMBER: Sumatera Ekspres, Jumat, 16 September 2011

    http://lemabang.files.wordpress.com/2011/09/logo_01.gif

    http://lemabang.files.wordpress.com/2011/08/logo-02.gif

    About Iwan Lemabang
    aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s