Kepala Medi Retak dan Kaki Remuk Dilindas Dumptruck



Korban Medi. SRIPOKU/ZAINI

PALEMBANG Muhammad Medi (35), tewas seketika usai kepalanya dilindas dumptruck, sementara kakak iparnya Nurbaiti (43) selamat meski tulang tengkoraknya mengalami akibat terkena bagian roda truk. Keduanya dihantam dumptruck saat menyeberang di depan Kantor Disdukcapil Palembang, Rabu (21/12/2011) pukul 10.00.

Menurut keterangan Kanit Laka Polresta Palembang, Iptu Arman Sahti, ada empat orang yang menjadi korban kecelakaan.”Satu orang tewas di tempat dan satu orang sekarat. Yang lainnya hanya mengalami luka lecet dan shock,” ujarnya saat diwawancarai sripoku.com saat ditemui di lokasi kejadian.

Korban yang tewas bernama Muhammad Medi (35), di mana saat kejadian, tengah menemani kakak iparnya, Nurbaiti (43), warga Jl PSI Kenayan RT 9 RW 3 Karang Anyar, Gandus, membuat akta kelahiran.

Menurut keterangan pihak kepolisian, kedua korban yang masih satu keluarga itu baru saja memfotokopi berkas di ruko depan kantor Disdukcapil Palembang.

“Karena di Kantor Disdukcapil tidak ada mesin fotokopi. Di sekitarnya juga tidak ada, yang ada hanya di seberang kantor. Seharusnya, Disdukcapil menyediakan jasa mesin fotokopi, agar tidak merepotkan masyarakat,” ujar salah seorang anggota Unit laka.

Adapun informasi yang berhasil dihimpun, Muhammad Medi dan Nurbaiti saat kejadian hendak memfotokopi berkas yang kurang, bersama dua orang lain yang menjadi korban yakni Maryati (60) dan Maryono (65).

Empat orang ini lalu menyeberang dan tanpa diketahui datang mobil dumptruck pengangkut pasir, nomor polisi BG 8764 E, dari arah Griya Agung yang dikendarai oleh Jemimi Anto (40), warga Komplek Perumnas Tl Kelapa 4 A no 21 Blok V RT 28 dengan kecepatan tinggi.

Tanpa ampun keempatnya langsung dihantam oleh truk. Muhammad Medi merupakan korban pertama kali yang dihantam truk kemudian Nurbaiti yang menjadi korban kedua. Sedangkan Maryati dan Maryono, luput dari kecelakaan dan hanya mengalami luka lecet.

Muhammad Medi langsung tewas seketika dengan luka robek di kening dan lengan kanan remuk di bawah mobil dumptruck. Sedangkan Nurbaiti mengalami luka robek di wajah hingga tengkoraknya terlihat akibat dilindas ban belakang truk dan kaki kanan remuk. Walaupun mengalami luka cukup parah, nyawa Nurbaiti tertolong. Kedua korban langsung dibawa ke RS Siti Khadijah oleh warga sekitar.

Sedangkan pengakuan dari si supir saat ditemui Sripo di Pos lakalantas Pakjo, ia sudah tahu kalau ada orang yang akan menyeberang. “Posisi mobil aku kan di tengah, waktu lihat ada orang mau nyeberang, aku belok ke kiri. Idak tahunyo ado mobil dari depan yang lewat. Korban itu yang nak nyebrang, mundur lagi, laju ke tabrak,” ujarnya.

Penulis : Iswahyudi
Editor : Hendra Kusuma
Sriwijaya Post – Rabu, 21 Desember 2011 21:38 WIB



Istri Medi histeris saat mendapati suaminya meninggal. SRIPOKU/ZAINI

KELUARGA M Medi mendatangi IGD RS Siti Khadijah, Rabu (21/12/2011) malam. Mereka tidak menyangka korban tewas. Bahkan Shinta (30), istri korban, tak dapat menahan air matanya dan histeris begitu mendengar suaminya tewas seketika.

“Yang benar Pak? Ya Allah…,” ujarnya saat diberitahu anggota polisis bahwa suaminya meninggal.

Anaknya yang masih berusia dua bulan saat digendong, langsung diambil oleh suster rumah sakit karena takut Shinta pingsan.

Menurut Shinta, ia tidak berfirasat apapun saat suaminya diminta menemani membuat akta kelahiran.

“Tidak ada firasat, tadi pamit bae saat rewangi buat akta kelahiran,” ujarnya sambil menangis.

Sedangkan suami dari Nurbaiti, Muhammad Yusuf (48), langsung histeri melihat kondisi istrinya yang terbaring dengan tangan kaki dan wajah diperban.

Ia tidak menerima istrinya yang mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. “Cakmano ceritonyo pacak ditabrak itu oi?,” teriaknya sambil dibopong anggota polisi. Menurut Yusuf, istrinya itu sedang membuat akta kelahiran untuk anak mereka sambil ditemani Medi, adik iparnya.

Penulis : Iswahyudi
Editor : Hendra Kusuma
Sriwijaya Post – Rabu, 21 Desember 2011 22:15 WIB

About Iwan Lemabang
aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. LEMABANG 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s